Jasa Aqiqh Jogja Jasa Aqiqah Terbaik

Aqiqah atau akikah adalah perayaan menyembelih kambing yang dilakukan sebagai bentuk dari rasa syukur karena bayi yang baru lahir. Adapun persyaratan jumlah kambing yang akan di sembelih antara bayi laki-laki dan perempuan tentu berbeda. Yaitu 1 ekor kambing untuk anak perempuan dan 2 ekor kambing untuk anak laki-laki. Beberapa ulama berpendapat mengenai hukum dari aqiqah, ada yang berpendapat wajib, sunnah muakkad, serta sunnah.

Namun kebanyakan ulama berpendapat jika aqiqah hukumnya adalah sunnah dan sebagian lagi adalah wajib dengan alasan berhubungan langsung dengan sembelih merupakan hal penting. Selama seseorang mampu melaksanakan aqiqah, maka harus segera dilaksanakan pada hari ke 7. Namun juga hokum aqiqah menurut pendapat yang terkuat adalah sunnah muakkadah yang merupakan pendapat jumhur ulama berdasarkan hadits.
Sepanjang pergerakan ekonomi dan teknologi yang kian canggih kini apapun bisa diubah menjadi binis digital, sama hal nya dengan jasa aqiqah jogja yang dihadirkan sebagai tempat untuk para orang tua yang akan mengaqiqahkan sang anak namun enggan beribet ribet ria dengan segala tektek bengeknta yang mungkin dirasa rumit. Kini jasa aqiqah sudah berada di beberapa lokasi dan juga sudah tersedia via online. Hal itu tentunya memudahkan para konsumen.

Namun segelintir orang pun bertanya tanya akan hukum dari menggunakan jasa aqiqah atau catering aqiqah. Terkait dengan akikah Rasul saw bersabda, “Setiap anak tergadai dengan akikahnya. Karena itu disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (kelahiran), dicukur rambutnya, serta diberi nama.”
Lalu di mana dan siapa yang harus menyembelih akikah tersebut? Tidak ada dalil dan riwayat yang secara tegas mengatur tentang hal ini. Karena itu, menurut para ulama hewan akikah boleh disembelih di mana saja (tidak harus di tempat anak itu dilahirkan dan tidak harus di depan rumah orang tuanya) serta boleh disembelih oleh siapa saja selama ia muslim dan mengetahui tata cara penyembelihan yang syar’i.
Selain itu, tidak harus ada acara khusus terkait dengan akikah.

Ia bisa dilakukan dengan cara langsung memberikan dagingnya yang sudah dimasak kepada karib kerabat, tetangga, dan kaum dhuafa. Kalaupun mau diadakan acara dengan maksud untuk mengumpulkan anggota keluarga dan mendoakan anak secara khusus, hal itu juga tidak dilarang selama dilakukan sesuai dengan tuntunan Islam. Sebagian ulama fiqih berpendapat bahwa hukum memakan daging aqiqah diri sendiri adalah boleh.

Mengenai porsinya, sebagian ulama berpendapat bahwa syarat dan ketentuan pembagian daging aqiqah disamakan dengan tata cara pembagian daging qurban. Sunnahnya adalah dengan membagi menjadi 3 bagian, 1/3 untuk diri sendiri (keluarga), 1/3 untuk teman (tetangga) dan 1/3 untuk fakir miskin. Anak yatim tidak disebutkan eksplisit, karena bisa saja orangtua dari anak tersebut berada dan dia mendapatkan warisan cukup banyak sehingga tidak masuk ke dalam golongan fakir miskin. Namun demikian, sebagian menyatakan bahwa hukumnya makan daging aqiqah tidak sama dengan qurban. Oleh karena itu, tuan rumah berhak menggunakan daging tersebut untuk keperluannya. Semoga bermanfaat.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *